Healthy Tips
Cara memilih vitamin E

Hal-hal apa saja yang seharusnya menjadi pertimbangan Anda dalam memilih vitamin E? Berikut kami jelaskan 5 cara memilih vitamin E yang tepat untuk Anda!

Pilih berdasarkan tipenya, vitamin E alami atau sintetis

Pilih berdasarkan tipenya, vitamin E alami atau sintetis

Vitamin E terbagi menjadi dua tipe, yaitu tipe alami dan tipe sintetis. Vitamin E akan masuk ke dalam darah 6 jam setelah dikonsumsi. Tipe sintetis diserap penuh oleh tubuh setelah 12 jam dicerna, sedangkan tipe alami diserap penuh oleh tubuh setelah 24 jam dicerna. Dengan kata lain, tipe alami dapat mempertahankan lebih banyak manfaat dan bekerja lebih efektif di dalam tubuh.

Notasi huruf yang menunjukkan vitamin E tipe alami adalah “d”, sedangkan untuk tipe sintetis adalah “dl”. Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, jika Anda ingin merasakan manfaat fisiologis vitamin E yang lebih efektif, lebih baik Anda mengonsumsi tipe alami meski harganya lebih tinggi dari tipe sintetis.

Jika Anda mengesampingkan waktu penyerapan pada tubuh, baik tipe alami maupun tipe sintetis sebenarnya memiliki efek dan manfaat yang sama. Jadi, Anda tidak harus selalu memilih vitamin E tipe alami. Pertimbangkan juga budget Anda dalam memilih vitamin E yang cocok untuk Anda.

Pahami mengenai tokoferol dan tokotrienol

Vitamin E diklasifikasikan menjadi dua senyawa, yaitu tokoferol dan tokotrienol. Kedua senyawa ini masing-masing memiliki 4 tipe yaitu “α”, “β”, “γ”, dan “δ”. Jadi, total ada 8 tipe dan di antaranya ada tipe dengan efek yang paling efektif. Berikut ini kami akan memberikan penjelasan untuk lebih detailnya.

Ketahui tipe tokoferol yang paling efektif

Ketahui tipe tokoferol yang paling efektif

Diantara tipe senyawa tokoferol, α-tokoferol adalah tipe senyawa dengan aktivitas fisiologis paling kuat. Senyawa α-tokoferol ini terdiri dari 4 tipe, yaitu:

  1. Vitamin E sintetis
  2. Vitamin E sintetis kombinasi
  3. Vitamin E alami
  4. Vitamin E alami kombinasi

Ketika Anda melihat tabel komposisi vitamin E alami dan menemukan tulisan d-α-tokoferol, maka vitamin E tersebut adalah vitamin E alami. Penting untuk memperhatikan apakah vitamin E yang Anda pilih itu alami atau sintetis, tetapi memperhatikan jenis senyawanya untuk mengetahui klasifikasi vitaminnya juga tidak kalah penting.

Lebih direkomendasikan bila terdapat kandungan tokotrienol

Lebih direkomendasikan bila terdapat kandungan tokotrienol

Perbedaan antara tokoferol dan tokotrienol adalah pada ikatan senyawa karbon-karbonnya. Tokotrienol memiliki ikatan karbon rangkap dua sehingga lebih fleksibel. Oleh karena itu, tokotrienol lebih mudah masuk ke dalam membran sel dan bekerja lebih cepat. Dengan kata lain, tokoferol memiliki senyawa yang lebih kuat, sedangkan tokotrienol memiliki efek yang lebih cepat.

Oleh karena perbedaan karakteristik inilah maka saat Anda memilih suplemen vitamin E, disarankan untuk memilih vitamin E yang juga mengandung senyawa tokotrienol. Sayangnya, produk vitamin E dengan kandungan tokotrienol ini sendiri masih cukup sulit ditemukan di Indonesia.

Pahami kebutuhan vitamin E tubuh Anda setiap hari

Pahami kebutuhan vitamin E tubuh Anda setiap hari

Berdasarkan peraturan menteri kesehatan tahun 2013, konsumsi vitamin E per harinya untuk orang Indonesia secara umum dianjurkan dari 4-15 mg. Untuk semua anak-anak usia 0-6 bulan dianjurkan sebanyak 4 mg, usia 7-12 bulan dianjurkan sebanyak 5 mg, lalu usia 1-3 tahun dianjurkan sebanyak 6 mg. Kemudian, untuk usia 4-6 tahun sebanyak 7 mg, usia 9-13 tahun sebesar 11 mg, dan usia 14 tahun sampai usia dewasa adalah sebanyak 15 mg. Sementara itu, ibu hamil dianjurkan mengonsumsi vitamin sebanyak 15 mg dan ibu menyusui sebanyak 19 mg.

Vitamin E sangat mudah diekskresikan tubuh sehingga Anda tidak perlu khawatir adanya efek samping dan overdosis. Akan tetapi, untuk hasil optimal, lebih baik Anda mengonsumsi vitamin E berdasarkan standar yang telah dianjurkan. Jadi, sebaiknya Anda juga mengecek kadar vitamin E pada suplemen vitamin yang Anda pilih.

Periksa dosis, bentuk, dan harganya untuk konsumsi berkelanjutan

Anda tidak bisa berharap dapat langsung melihat khasiat dari vitamin E seusai mengonsumsinya. Hal itu disebabkan efeknya baru akan terlihat jika Anda meminumnya secara kontinu. Nah, agar Anda bisa rutin mengonsumsinya setiap hari, bentuk, dosis, dan harga produk adalah faktor yang sangat mempengaruhi.

Perhatikan bentuk dan dosis suplemennya

Perhatikan bentuk dan dosis suplemennya

Bentuk atau wujud dari suplemen vitamin E mempengaruhi kemudahan dalam mengonsumsinya. Bentuk suplemen vitamin E yang dijual di pasaran sangat bervariasi, seperti berbentuk butir, tablet, kapsul, atau cairan. Pilihlah bentuk yang paling mudah untuk Anda konsumsi dalam jangka waktu lama. Bila Anda memilih bentuk tablet atau kapsul, pilihlah ukuran sekecil mungkin agar mudah ditelan. Anda bisa memeriksa ukuran tabletnya melalui review pengguna, informasi produk, dan sebagainya.

Untuk mengurangi beban Anda dalam mengonsumsi suplemen setiap hari, kami sarankan untuk memeriksa bentuknya dengan saksama sebelum membeli.

Pertimbangkan dari segi harganya

Pertimbangkan dari segi harganya

Bila Anda hendak mengonsumsi vitamin E setiap hari, ada baiknya Anda juga memerhatikan harga suplemen pilihan Anda.

Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, tokoferol alami memang memiliki efek yang lebih baik, tetapi umumnya memiliki harga yang lebih mahal. Tidak peduli sebagus apa suplemen tersebut, tentu akan percuma bila tidak bisa Anda konsumsi secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, pilihlah produk vitamin E yang sesuai dengan anggaran Anda sehingga tidak mempersulit kondisi keuangan Anda.

Perhatikan keberadaan vitamin C dan komponen lainnya

Perhatikan keberadaan vitamin C dan komponen lainnya

Vitamin E mencegah penuaan dengan cara menghambat radikal bebas yang membuat sel kulit menua. Karena itulah, vitamin E disebut sebagai antioksidan, sama halnya dengan vitamin A dan vitamin C yang juga memiliki sifat sebagai antioksidan.

Vitamin E bermanfaat untuk melawan ROS (Reactive Oxygen Species) alias radikal bebas yang menerpa tubuh manusia agar tidak berbahaya. Vitamin E yang sudah terkena radikal bebas akan kehilangan keefektifannya dalam bekerja. Sementara itu, vitamin C dapat mengembalikan keefektifan vitamin E sehingga dapat melawan radikal bebas kembali. Oleh karena itu, akan lebih baik bila Anda memilih suplemen vitamin E yang mengandung vitamin C sekaligus.

Beberapa produk suplemen vitamin E mengandung komponen lain yang juga bermanfaat bagi tubuh. Sinerginya dengan vitamin akan memberikan manfaat optimal bagi tubuh Anda. Jadi, perhatikan setiap kandungan dalam produknya, ya!

 

Sumber my-best.id