
Masalah saraf terjepit cukup sering dialami orang, seperti para pekerja yang duduk terlalu lama atau banyak mengangkat beban berat.
Ibu rumah tangga dengan segudang pekerjaan rumah yang dilakukan setiap hari juga rentan mengalami masalah saraf terjepit.
Apabila tidak segera diatasi, saraf terjepit dapat memperparah kondisi hingga menyebabkan kerusakan saraf secara permanen.
ara Mengatasi Masalah Saraf Terjepit
Saraf terjepit atau kejepit merupakan kondisi di mana saraf mendapat tekanan lebih di sekitar jaringannya.
Kondisi ini bisa terjadi di setiap bagian tubuh dan menyebabkan rasa sakit luar biasa, kesemutan hingga lemah fisik.
Ketika saraf terjepit terjadi, itu artinya ada bagian saraf yang tanpa disadari tertekan oleh jaringan dengan ligamen, tendon, atau tulang.
Jika kamu mengalami saraf terjepit, ada beberapa penanganan awal yang dapat kamu lakukan sesegera mungkin.
1. Tidur dan Istirahat Lebih Banyak
Saraf terjepit bisa terjadi tiba-tiba. Untuk penanganan awalnya, cobalah mengistirahatkan tubuh sesegera mungkin.
Biasanya, dengan tidur dan istirahat lebih banyak akan membantu mengurangi rasa nyeri akibat saraf terjepit.
Sebisa mungkin, sementara waktu hindari pula aktivitas dengan menggunakan daerah (bagian tubuh) yang mengalami saraf terjepit secara berlebihan.
Pasalnya, terlalu banyak bergerak akan menambah tekanan pada saraf dan mengiritasi bagian saraf yang terjepit.
2. Kompres dengan Es dan Angkat Kedua Kaki
Cara mengatasi saraf terjepit di rumah yaitu mengompres bagian saraf yang nyeri dengan es batu yang telah dibungkus handuk atau kain.
Kompres es batu selama beberapa 10-15 menit berguna untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan akibat saraf terjepit.
Jika saraf terjepit terjadi di bagian punggung bawah atau sekitar kaki, cobalah angkat kedua kaki ke atas dengan tikungan 90 derajat di pinggul dan lutut.
3. Terapi Saraf Terjepit
Gejala saraf terjepit dapat mereda dengan rutin terapi konservatif seperti fisioterapi, pijat, akupuntur, injeksi, dan perbaikan posisi tubuh.
Latihan yoga ringan dan jalan-jalan santai di sekitar rumah juga merupakan cara mengatasi masalah saraf terjepit tanpa minum obat.
4. Terapi dengan Bantalan Panas
Terapi dengan bantalan panas baik dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit akibat saraf terjepit.
Bantalan panas akan membantu mengendurkan otot-otot yang mungkin menegang di sekitar area saraf terjepit.
Caranya, letakkan bantalan panas di area saraf terjepit selama 10-15 menit. Panas dari bantalan itu nantinya akan memperlancar aliran darah dan membantu proses pengobatan saraf kejepit.
5. Minum Obat Penghilang Rasa Sakit
Saraf terjepit memang menimbulkan rasa sakit luar biasa. Untuk menghilangkan sakit itu, kamu bisa minum obat anti-inflamasi nonsteroid yang dijual bebas, seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB) atau aspirin (Bufferin).
Konsumsi obat dengan mengikuti instruksi pada kemasan. Pastikan pula kamu sudah berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat itu.
Apabila rasa sakit tidak berangsur sembuh atau bahkan semakin parah, segeralah ambil tindakan pemeriksaan ke dokter spesialis saraf.
Nantinya, dokter akan melakukan beberapa tes dan pemeriksaan X-ray untuk menentukan letak saraf yang terjepit.
Kamu juga akan disarankan menjalani terapi fisik untuk mengurangi gejala sakit atau timbulnya kondisi serupa di kemudian hari.
Sumber: https://www.indozone.id/health/5jsWmm/cara-mengatasi-saraf-terjepit/read-all